Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2014

analisis vektor dan pembuktian teorema stokes, green, divergensi

hey guys ni lagi kurang kerjaan aye.,
tapi tenang di blog ini ga da yang kurang kerjaan.,
berikut adalah sajian kelompok analisis vektor di kelas.,
ya mungkin dari kalian ingin tahu dan memahami apa iti teori2 yang ada di anvek,
berikut ane sajian buat kalian., semoga bermanfaat
1. integral permukaan pembuktian. disini
2 teorema green dan pembuktiannya disini
3 integral volume dan pembukitan disini
4 teorema divergensi dan pembukitannya disini
5.teorema stokes dan pembuktiannya disini
6 integral garis dan pembuktiannya disini

sukses yang lagi menempuh anvek., ^_^
ini sumber yang bisa kalian pakek ini

Jumat, 18 Mei 2012

10 Dasar Kemampuan Guru

MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa Pancasila Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersayaratkan bagi jabatan guru MENGUASAI LANDASAN PENDIDIKAN Mengenal tujuan pendidikan untuk pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional Mengenal sekolah dalam masyarakat Mengenal prinsip-prinsip psikologi Pendidikan yang dapat dimanfaatkan pendidkan dalam PBM MENGUASAI BAHAN PENGAJARAN Menguasai bahan pengajaran kurikulum Menguasai bahan pengajaran MENYUSUN PROGRAM PENGAJARAN Menetapkan tujuan pembelajaran kurikulum Memilih dan mengembangkan bahan pengajaran Memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar Memilih dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai Memilih dan memanfaatkan sumber belajar MELAKSANAKAN PROGRAM PENGAJARAN Menciptakan iklim belajar mengajar yang sehat Mengatur ruang beajar Mengelola interaksi belajar mengajar Memilih dan memanfaatkan sumber belajar MENILAI HASIL DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG TELAH DILAKSANAKAN Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan MENYELENGGARAKAN PROGRAM BIMBINGAN Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar Membimbing siswa yang kelainan dan berbakat khusus Membimbing siswa untuk menghargai pekerjaan di masyarakat MENYELENGGARAKAN ADMINISTRASI SEKOLAH Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah BERINTERAKSI DENGAN SEJAWAT DAN MASYARAKAT Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesioanal Berinteraksi dengan masyarakat untuk penuaian misi sekolah MENYELENGGARAKAN PENELITIAN SEDERHANA UNTUK KEPERLUAN PENGAJARAN Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah Melaksanakan Penelitian sederhana

Senin, 13 Februari 2012

MAKALAH PRAKTEK MENYUSUN TES NASIONAL SD/MI.Evaluasi Hasil Belajar Matematika

Untuk mengukur seberapa jauh tujuan-tujuan pengajaran telah tercapai, dapat dilakukan dengan evaluasi, dalam hal ini evaluasi hasil belajar. Alat ukur untuk mengevaluasi hasil belajar tersebut di gunakan tes.Tes adalah cara(yang dapat dipergunakan)atau prosedur yang (yang perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan.

Salah satu bentuk tes hasil belajar adalah Tes Pilihan Ganda. Tes pilihan ganda adalah bentuk tes obyektif yang mempunyai ciri utama kunci jawaban jelas dan pasti sehingga hasilnya dapat diskor secara obyektif. Artinya setelah siswa mengerjakan soal dalam bentuk tes pilihan ganda maka siswa tersebut akan memperoleh skor yang sama jika hasil pekerjaanya diperiksa oleh lebih dari satu pemeriksa. Hal ini disebabkan setiap jawaban diberi skor yang sudah pasti dan tidak mengenal jawaban di antara benar dan salah atau jawaban benar sebagian saja.
Seperti yang dikatakan Hopkins dan Antes (1990) bahwa soal pilihan ganda terdiri dari pernyataan dan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa atau melengkapi dengan memilih salah satu dari beberapa alternatif yang tersedia. Satu di antaranya adalah yang paling benar, lainnya disebut pengecoh

Sedangkan keunggulan tes pilihan ganda menurut Azwar Syifuddin (2003) sebagai berikut : (1) Kompherhensif, karena dalam waktu tes yang singkat dapat memuat lebih banyak item. (2) Pemeriksaan jawaban dan pemberian skornya mudah dan cepat (3) Penggunaan lembar jawaban menjadikan tes efisien dan hemat bahan. (4) Kualitas item dapat dianalisi secara empirik (5) Objektifitasnya tinggi. (6) Umumnya memiliki reabilitas yang memuaskan.

Disamping keunggulan tes pilihan ganda mempunyai kelemahan sebagai berikut : (1) Pembuatannya sulit dan memakan banyak waktu dan tenaga (2) Tidak mudah ditulis untuk mengungkapkan tingkat kompetensi tinggi. (3) Ada kemungkinan jawaban benar semata-mata karena tebakan.
Di dalam tulisan ini penulis mencoba menguraikan bagaimana cara menyusun tes.

di lanjut di sini

penaksiran para meter 2

disini

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

untuk posting yang baru2 ini. aye mau post beberapa tugas2 aye di kampus. ya mungkin rada maksa juga sii/,
pi semoga bermanfaat.,
like this

PERSAMAAN TRIGONOMETRI

langsung di download ya, gratis,
in here

analisis varian, statistik 2

hmm di akhir perkuliahan statistik 2 aye dapet tugas dari dosen buat ngerangkum rumus2, hmm.,
dan dalam hsil print out, ya udh aku cari2 bahan, dan ketik, hmm.,
lama juga sulit juga pi akhirnya selesai,
dan ini hasilnya

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN TEORI BELAJAR THORNDIKE

Thorndike mengumpulkanbahwabelajaradalah proses interaksiantara stimulus (yang mungkinberupapikiran, perasaan, ataugerakan) danrespons (yang jugabisaberbentukpikiran, perasaan, ataugerakan). Dari pengertianini, wujudtingkahlakutersebutbisasajadapatdiamatiataupuntidakdapatdiamati. Teoribelajarthorndikejugadisebutsebagaialiran “connectionism”. Menurutthorndike, belajardapatdilakukandenganmemcoba-coba (trial and error). Mencoba-cobadilakukanbilaseseorangtidaktahubagaimanaharusmemberikanresponsatassesuatu, kemungkinanakanditemukanrespons yang tepatberkaitandenganmasalah yang dihadapinya.

lanjutannya disini

isi kubus dan balok

KUBUS
Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi enam daerah persegi yang kongruen atau disebut juga bidang enam beraturan. Dibawah ini dijelaskan bagian-bagian dari kubus :
.
rada malest buat ngetik
langusng download disini tab baru aja

Jumat, 22 April 2011

melukis bangun ruang

MELUKIS BANGUN RUANG

bisa donload juga langusng file nya di disini




SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
MATEMATIKA
JOMBANG

2011



PEMBAHASAN
1. Beberapa istilah yang berhubungan dengan bangun ruang.

 Sisi
Sisi adalah bidang datar yang membatasi suatu bangun ruang.
Contoh; ABFE, BCGF, dan EFGH.
 Rusuk
a. Rusuk datar (panjang)
Rusuk datar (panjang) adalah rusuk-rusuk yang ada di sisi depan dan sisi belakang. Contoh; AB, DC, dan GH.
b. Rusuk datar (lebar)
Rusuk datar (lebar) adalah rusuk-rusuk yang ada di sisi kanan dan kiri. Contoh; AD, FG, dan BC.
c. Rusuk tegak (tinggi)
Rusuk tegak sering di sebut sebagai tinggi. Contoh; FB, GC, dan EA.
 Titik sudut
Titik sudut adalah pertemuan tiga rusuk dalam bangun ruang. Conoh; A, B, dan D.

 Diagonal
Diagonal adalah garis yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak dihubungkan rusuk.
a. Diagonal bidang
Diagonal bidang atau diagonal sisi adalah garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada sisi-sisi. Contoh; AC dan BD,
b. Diagonal ruang
Diagonal ruang adalah garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan yang tidak terletak pada satu sisi bangun ruang. Contoh; AG, DF, dan CE.
 Bidang diagonal
Bidang diagonal adalah bidang yang menghubungkan rusuk-rusuk yang sejajar dan berhadapan. Contoh: ABGH, DCFE, dan BFHD.


2. Beberapa istilah yang berhubungan dengan melukis bangun ruang

 Bidang gambar (bidang tempat gambar)
Bidang gambar adalah sebuah bidang sebagai tempat untuk menggambar atau melukis bangun ruang.
Contoh: buku tulis, papan tulis, kertas gambar dll.
 Bidang frontal
Bidang frontal adalah bidang yang berimpit atau sejajar dengan bidang gambar.(ABFE dan DCGH).
 Bidang orthogonal
Bidang yang tegak lurus dengan bidang frontal. (ABCD, EFGH, BCGF, dan ADHE)
 Garis frontal
Garis frontal adalah garis yang terletak pada bidang frontal. Berdasarkan arahnya, garis frontal dibedakan menjadi garis frontal horizontal (AB, EF, HG, dan DC) dan garis frontal vertikal. (AE, CG, BF, dan DH).
 Garis orthogonal
Garis orthogonal adalah garis-garis yang letaknya tegak lurus pada bidang frontal.
 Sudut surut
Sudut surut (sudut penyisi) adalah sudut dalam gambar antara garis frontal horisontal arah ke kanan dan garis ortogonal arah ke belakang
 Perbandingan proyeksi atau ortonal ialah bilangan yang menyatakan nilai perbandingan antara panjang ruas garis ortogonal dalam gambar dengan panjang sebenarnya dari ruas garis ortogonal itu sendiri, atau
Perbandingan proyeksi= panjang ortogonal dalam gambar : panjang ortogonal yang sebenarnya.





3. Langkah – langkah dalam menggambar bangun ruang
Langkah 1:
Gambarlah bidang frontal kubus yang berbentuk persegi sebagai sisi depan kubus, yaitu sisi ABFE! Sisi ini harus digambar dengan ukuran yang sebenarnya.



Langkah 2:
Buatlah sudut surut BAD sebesar ɵ˚ dengan menggunakan busur derajat! Besar sudut tergantung yang diminta. Buatlah garis AD sebagai rusuk ortogonal! Rusuk AD digambar dengan panjang tergantung pada perbandingan yang diinginkan.



Langkah 3:
Gambarlah jajargenjang ABCD dengan panjang AB=DC dan AD=BC sebagai sisi alas!


Langkah 4:
Gambarlah bidang persegi DCGH sebagai sisi belakang! Bidang DCGH digambar sejajar dan kongruen dengan sisi ABFE.

Langkah 5:
Gambarlah garis yang menghubungkan titik E dengan H dan garis yang menghubungkan titik F dengan G sebagai rusuk EH dan FG! ! Maka terbentuklah gambar kubus ABCD.EFGH.

Sekarang perhatikan contoh berikut ini!
Contoh
Gambarlah sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 3cm, sudut surut 40˚, dan perbandingan gambar 1/3
Penyelesaian:
Langkah-langkah penyelesaian dalam menggambar kubus adalah sebagai berikut
Langkah 1:
Menggambar bidang frontal kubus yang berbentuk persegi sebagai sisi depan dengan ukuran AB=3 cm dan BF=3cm




Langkah 2;
Membuat sudut surut BAD = 400 dengan menggunakan busur derajat. Buatlah garis AD sebagai rusuk ortogonal dengan panjang
AD = 1/3 x 3cm= 1 cm


Langkah 3;
Membuat jajargenjang ABCD sebagai sisi alas dengan panjang AB = DC= 3 cm dan AD = BC = 1 cm.

Langkah 4;
Menggambar bidang DCGH sebagai sisi belakang yang sejajar dan kongruen dengan bidang ABFE. Panjang rusuk DH = AE = 3 cm, panjang rusuk CG = BF = 3 cm, dan panjang rusuk HG = EF = 3 cm.

Langkah 5;
Menggambar garis yang menghubungkan titik sudut E dengan H dan garis yang menghubungkan titik sudut F dengan G sebagai rusuk EHFG. Sehingga diperoleh kubus sebagi berikut.

Langkah membuat balok
Langkah 1;
Gambarlah bidang frontal yang berbentuk persegi panjang sebagai sisi depan ABFE!

Langkah 2;
Buatlah sudut surut BAD sebesar αo dengan menggunakan busur derajat! Besar derajat tergantung yang diinginkan. Buatlah garis AD dengan panjang tidak dalam ukuran yang sebenarnya atau tergantung pada perbandingan yang di minta.


Langkah 3;
Gambarlah jajargenjang ABCD dengan panjang AB = DC dan AD=BC.

Langkah 4;
Gambarlah bidang DCGH yang sejajar dengan bidang ABFE sebagai sisi belakang! Panjang rusuk DH = AE, panjang rusuk CG = BF, dan panjang rusuk HG = EF.

Langkah 5;
Gambarlah rusuk EH dan FG dengan cara menguhubungkan titik E dengan H dan titik F dengan G! Terbentuklah gambar balok ABCD.EFGH.


Sekarang perhatikan contoh berikut ini!
Gambarlah balok ABCD.EFGH dengan panjang 6 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 4cm! sudut surut 40o dan perbandingan gambar 1:3.
Langkah 1;
Menggambar bidang frontal yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran AB = 6 cm dan AE = 4 cm.

Langkah 2;
Membuat sudut surut BAD = 40o dengan menggunakan busur derajat. Buatlah garis AD dengan panjang AD = 1/3 x 3cm= 1 cm.

Langkah 3;
Membuat jajargenjang ABCD dengan panjang AB = DC = 6 cm dan AD= BC = 1 cm.

Langkah 4;
Menggambar bidang DCGH yang sejajar dengan bidng ABFE sebagai sisi belakang. Panjang rusuk DH = AE = 4cm, panjang rusuk CG = BF = 4 cm, dan panjang rusuk HG = EF = 6 cm.

Langkah 5 menggambar rusuk EH dan FG dengan cara menghubungkan titik sudut dengan titik sudut H dan titik sudut F dengan titik sudut G. maka terbentuklah sebuah balok ABCD.EFGH.


Langkah menggambar prisma sebagai berikut;
Langkah 1;
Gambarlah bidang alas prisma yang berbentuk segi lima sebagai sisi ABCDE

Langkah 2;
Gambarlah rusuk-rusuk tegak AF,BG,CH,DI,EJ dengan panjang yang sama yaitu AF = BG = CH = DI = EJ.

Langkah 3;
Gambarlah garis yang menghubungkan titik F dengan G, G dengan H, H dengan I, I dengan J, dan J dengan F, sehingga terbentuk segi lima FGHIJ sebagai bidang atasnya. Perhatikan gambar bangun yang terjadi, yaitu sebuah prisma tegak segi lima.

Contoh
Langkah 1;
Menggambar alas prisma yang berbentuk segitiga ABC dengan AB = 5 cm, AC = 3 cm, dan BC = 4 cm.

Langkah 2;
Menggambar rusuk rusuk tegak AD, BE, dan CF dengan tinggi 6 cm, yaitu AD = BE = CF = 6 cm.

Langkah 3;
Membuat garis-garis yang menghubungkan titik D dengan E, E dengan F, F dengan D, sehingga terbentuk segitiga DEF yang merupakan sisi atas prisma. sehingga terbentuklah gambar prisma tegak segitiga ABC.DEF.


Langkah menggambar limas segi empat
Langkah 1;
Gambarlah bidang alas limas ABCD yang berbentuk jajar genjang.

Langkah 2;
Buatlah diagonal AC dan BD! Perpotongan kedua diagonal bidang tersebut berilah nama titik O! Dari titik O buatlah garis TO yang tegak lurus terhadap bidang alas ABCD! Garis TO merupakan garis tinggi limas segi empat T.ABCD. Garis TO dan diagonal AC dan BD merupakan garis bantu untuk menggambar limas

Langkah 3;
Buatlah rusuk-rusuk tegak AT, BT, CT, dan DT dengan cara membuat garis yang menghubungkan antara titik T dengan A, T dengan B, T dengan C, T dengan D. sehingga terbentuklah gambar limas segiempat T.ABCD.

PPG UNESA

halo lama ni g posting disini y  mungkin cuman pas mau nulis dan lagi pengen liat tulisan sendiri blog ini terbuka #renting e kapan mungga...